Senin, 30 Mei 2022

 بسم الله الرحمن الرحيم

Nama : Ainun Fitriyah

Nim : 11901084

Tugas Magang 2


Strategi pembelajaran itu, merupakan suatu rencana tindakan (rangkaian kegiatan) yang termasuk juga penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya/kekuatan dalam pembelajaran. Ini berarti bahwa di dalam penyusunan suatu strategi baru sampai pada proses penyusunan rencana kerja belum sampai pada tindakan.

Strategi disusun untuk mencapai tujuan tertentu, artinya disini bahwa arah dari semua keputusan penyusunan strategi adalah pencapaian tujuan, sehingga penyusunan langkah-langkah pembelajaran, pemanfaatan berbagai fasilitas dan sumber belajar semuanya diarahkan dalam upaya pencapaian tujuan. Namun sebelumnya perlu dirumuskan suatu tujuan yang jelas yang dapat diukur keberhasilannya.

Tahapan Kegiatan Pembelajaran

Ada beberapa tahapan kegiatan pembelajaran diantaranya:

Tahap prainstruksional. Tahap prainstruksional adalah tahapan yang ditempuh guru pada saat ia memulai proses belajar dan mengajar. Berikut ini merupakan beberapa kegiatan yang dapat dilakukan oleh guru atau oleh siswa pada tahapan prainstruksional: a. Guru menanyakan kehadiran siswa dan mencatat siapa saja yang tidak hadir. b. Bertanya kepada siswa sampai dimana pembahasan pembelajaran sebelumnya. c. Mengajukan pertanyaan kepada siswa dikelas, atau siswa tertentu tentang bahan pelajaran yang diberikan sebelumnya. d. Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai bahan pelajaran yang belum dikuasainya dari pengajaran yang telah dilaksanakan sebelumnya. e. Mengulang kembali bahan pelajaran yang lalu (bahan pelajaran sebelumnya) secara singkat, tapi mencangkup semua bahan aspek yang telah dibahas sebelumnya.

Tahap instuksional. Tahap kedua ini adalah tahap pengajaran atau tahap inti, yakni tahapan memberikan bahan pelajaran yang telah disusun guru sebelumnya. Secara umum dapat diidentifikasi beberapa kegiatan dalam tahap inti seperti: a. Menjelaskan pada siswa tujuan pengajaran yang harus dicapai siswa. b. Menuliskan pokok materi yang akan dibahas hari itu yang diambil dari buku sumber yang telah disiapkan sebelumnya. c. Membahas pokok materi yang telah dituliskan. d. Pada setiap pokok materi yang dibahas sebaiknya diberikan contoh- contoh konkrit. e.  Penggunaan alat bantu pengajaran untuk memperjelas pembahasan setiap pokok materi yang telah diperlukan. f. Menyimpulkan hasil pembahasan dari pokok materi.

Tahap evaluasi dan tindak lanjut. Tahap yang ketiga adalah tahap evaluasi atau penilaian dan tindak lanjut dalam kegiatan pembelajaran. Tujuan tahapan ini ialah untuk mengetahui tingkat keberhasilan dari tahapan kedua (instruksional).

Senin, 23 Mei 2022

 بسم الله الرحمن الرحيم

Nama : Ainun Fitriyah

Nim : 11901084

Tugas bacaan

Magang 2

Berbicara tentang Model-Model Pembelajaran Kurikulum 2013 yang menggunakan 3 (tiga) model pembelajaran utama (Permendikbud No. 103 Tahun 2014) yang diharapkan dapat membentuk perilaku saintifik, perilaku sosial serta mengembangkan rasa keingintahuan. Ketiga model tersebut adalah: model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning), model Pembelajaran Berbasis Projek (Project Based Learning), dan model Pembelajaran Melalui Penyingkapan/Penemuan (Discovery/Inquiry Learning).

Model pembelajaran mempunyai empat ciri khusus yaitu:

1)     Rasional teoretis logis yang disusun oleh para pencipta atau pengembangnya. Model pembelajaran mempunyai teori berpikir yang masuk akal.

2)     Landasan pemikiran tentang apa dan bagaimana siswa belajar (tujuan pembelajaran yang akan dicapai).

3)     Tingkah laku mengajar yang diperlukan agar model tersebut dapat dilaksanakan dengan berhasil.

4)     Lingkungan belajar yang diperlukan agar tujuan pembelajaran itu dapat tercapai

Penerapan Model Pembelajaran

Rambu-rambu penentuan model pembelajaran penyingkapan/penemuan (Discovery/Inquiry Learning):

a.  Pernyataan KD di KI-3 dan KD di KI-4 mengarah kepencarian atau penemuan;

b.  Pernyataan KD di KI-3 lebih menitikberatkan pada pemahaman pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan dimungkinkan sampai metakognitif;

c.  Pernyataan KD di KI-4 pada taksonomi mengolah dan menalar.

Rambu-rambu model pembelajaran berbasis masalah dan model hasil karya (problem based learning dan project based learning)

a.  Pernyataan KD dari KI-3 dan KD di KI-4 mengarah pada hasil karya berbentuk jasa atau produk;

b.  Pernyataan KD di KI-3 pada bentuk pengetahuan metakognitif;

c.  Pernyataan KD di KI-4 pada taksonomi menyaji dan mencipta, dan

d.  Pernyataan KD di KI-3 dan KD di KI-4 yang memerlukan persyaratan penguasaan pengetahuan konseptual dan prosedural.

Masing-masing model pembelajaran tersebut memiliki urutan langkah kerja (syntax) tersendiri, yang dapat diuraikan sebagai berikut.

a.  Model Pembelajaran Melalui Penyingkapan/Penemuan (Discovery/ Inquiry Learning)

Model pembelajaran penyingkapan (Discovery Learning) adalah memahami konsep, arti, dan hubungan, melalui proses intuitif untuk akhirnya sampai kepada suatu kesimpulan

Fase model Discovery Learning

Pemberian rangsangan (Stimulation);

Pernyataan/Identifikasi masalah (Problem Statement);

Pengumpulan data (Data Collection);

Pembuktian (Data processing danVerification), dan

Menarik simpulan/generalisasi (Generalization).

Fase model Inquiry Learning Terbimbing

Orientasi masalah;

Pengumpulan data dan verifikasi

Pengumpulan data melalui eksperimen;

Pengorganisasian dan formulasi eksplanasi, dan

Analisis proses inkuiri.

b.  Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning/ PBL)

Merupakan pembelajaran yang menggunakan berbagai kemampuan berpikir dari peserta didik secara individu maupun kelompok serta lingkungan nyata untuk mengatasi permasalahan sehingga bermakna, relevan, dan kontekstual.

Tujuan PBL adalah untuk meningkatkan kemampuan dalam menerapkan konsep_konsep pada permasalahan baru/nyata, pengintegrasian konsep High Order Thinking Skills (HOTS), keinginan dalam belajar, mengarahkan belajar diri sendiri dan keterampilan (Norman and Schmidt).

c.  Model Pembelajaran Berbasis Projek (Project Based Learning)/PJBL

Model pembelajaran PJBL merupakan pembelajaran dengan menggunakan proyek nyata dalam kehidupan yang didasarkan pada motivasi tinggi, pertanyaan menantang, tugas-tugas atau permasalahan untuk membentuk penguasaan kompetensi yang dilakukan secara kerjasama dalam upaya memecahkan masalah (Barel, 2000 and Baron 2011). Tujuan PBL adalah meningkatkan motivasi belajar, team work, keterampilan kolaborasi dalam pencapaian kemampuan akademik level tinggi/taksonomi tingkat kreativitas yang dibutuhkan pada abad 21.

Pemaduan Sintak Metode dari suatu Model Pembelajaran dengan Proses Berpikir Ilmiah (Saintifik)

Proses pembelajaran yang mengacu pada proses berpikir ilmiah (saintifik), sebagai berikut.

a.  Mengamati, merupakan kemampuan awal peserta dalam mengumpulkan informasi dengan tujuan untuk dapat mengidentifikasi masalah, yang kegiatan belajarnya dapat dilakukan dengan menanya, mengamati, dan atau menalar terhadap objek yang dipelajarinya.


b.  Menanya, bertujuan membentuk kemampuan siswa untuk dapat merumuskan masalah dan atau merumuskan hipotesis, yang kegiatan belajarnya dapat dilakukan dari mengamati (membaca buku, shop manual), menanya dalam kegiatan diskusi, atau menanya pada diri sendiri maupun langsung pada orang lain (guru, nara sumber, siswa lainnya) dengan bimbingan guru yang mendorong motivasi siswa untuk tetap aktif dan gembira hingga siswa dapat mandiri dan menjadi kebiasaan.


c. Mengumpulkan data, bertujuan membentuk kemampuan siswa untuk dapat menguji rumusan masalah dan atau hipotesis, yang kegiatan belajarnya dapat dilakukan melalui proses menanya (wawancara, menyebarkan kuesioner), mengamati data skunder, melakukan uji coba (eksperimen), observasi lapangan dan lain-lain dalam kaitan mengumpulkan informasi sesuai dengan tuntutan rumusan masalah.

d.  Mengasosiasi, bertujuan membentuk kemampuan siswa untuk dapat menyimpulkan hasil kajian rumusan masalah dan atauhipotesis, yang kegiatan belajarnya mengolah data dalam bentuk serangkaian aktivitas fisik dan pikiran dengan bantuan peralatan tertentu.

e.  Mengomunikasikan, bertujuan membentuk kemampuan siswa untuk dapat memformulasikan dan mempertanggungjawabkan pembuktian rumusan masalah dan atau hipotesis.

Minggu, 08 Mei 2022

Konsep dan Rasionalitas Pengembangan Kurikulum 2013

 بسم الله الرحمن الرحيم

Nama : Ainun Fitriyah

Nim : 11901084

Tugas Magang 2 

Rasional Pengembangan Kurikulum 2013 - Pengembangan Kurikulum 2013 merupakan langkah lanjutan Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi yang telah dirintis pada tahun 2004 dan KTSP 2006 yang mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu.

Pengembangan kurikulum perlu dilakukan karena adanya berbagai tantangan yang dihadapi, baik tantangan internal maupun tantangan eksternal.

1. Tantangan Internal

a. Pemenuhan 8 (delapan)Standar Nasional Pendidikan yang meliputi standar pengelolaan, standar biaya, standar sarana prasarana, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar isi, standar proses, standar penilaian, dan standar kompetensi lulusan.

b. Perkembangan penduduk Indonesia dilihat dari pertumbuhan penduduk usia produktif. SDM usia produktif yang melimpah apabila memiliki kompetensi dan keterampilan akan menjadi modal pembangunan yang luar biasa besarnya. Namun, apabila tidak memiliki kompetensi dan keterampilan tentunya akan menjadi beban pembangunan.

2. Tantangan Eksternal

Tantangan eksternal yang dihadapi dunia pendidikan antara lain berkaitan dengan tantangan masa depan, kompetensi yang diperlukan di masa depan, persepsi masyarakat, perkembangan pengetahuan dan pedagogi, serta berbagai fenomena negatif yang mengemuka.

a. Tantangan masa depan antara lain globalisasi, kemajuan teknologi informasi.

b. Kompetensi masa depan antara lain kemampuan berkomunikasi, kemampuan berpikir jernih dan kritis, kemampuan menjadi warga negara yang bertanggungjawab, kemampuan mencoba untuk mengerti dan toleran terhadap pandangan yang berbeda, dan memiliki kesiapan untuk bekerja.

c. Persepsi masyarakat antara lain terlalu menitikberatkan pada aspek kognitif, beban peserta didik terlalu berat, kurang bermuatan karakter.

d. Perkembangan pengetahuan dan pedagogi antara lain Neurologi, Psikologi, Observation based [discovery] learning dan Collaborative learning.

e. Fenomena negatif antara lain perkelahian pelajar, narkoba, korupsi, plagiarisme, dan kecurangan dalam Ujian (Contek, Kerpek..)

3. Penyempurnaan Pola Pikir


Pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masa depan hanya akan dapat terwujud apabila terjadi pergeseran atau perubahan pola pikir dalam proses pembelajaran sebagai berikut ini.


a. Dari berpusat pada guru menuju berpusat pada peserta didik.

b. Dari satu arah menuju interaktif.

c. Dari isolasi menuju lingkungan jejaring.

d. Dari pasif menuju aktif-menyelidiki.

e. Dari maya/abstrak menuju konteks dunia nyata.

f. Dari pembelajaran pribadi menuju pembelajaran berbasis tim.