Kamis, 08 Juli 2021

Karakteristik Peserta Didik

 بسم الله الرحمن الرحيم


Nama : Ainun Fitriyah

Nim : 11901084

Kelas : 4F

Makul : Magang 1

Tema : ”Karakteristik Peserta Didik.”


 Karakteristik peserta didik meliputi: etnik, kultural, status sosial, minat, perkembangan kognitif, kemampuan awal, gaya belajar, motivasi, perkembangan emosi, perkembangan sosial, perkembangan moral dan spiritual, dan perkembangan motorik.

 1. Etnik

Pendidik dalam melakukan proses pembelajaran perlu memperhatikan jenis etnik apa saja yang terdapat dalam kelasnya.

Dalam sekolah dan kelas tertentu terdapat multi etnik/suku bangsa, seperti dalam satu kelas kadang terdiri dari peserta didik etnik Jawa, Sunda, Madura, Minang, dan Bali, maupun etnik lainnya.

2. Kultural

Peserta didik kita sebagai anggota suatu masyarakat memiliki budaya tertentu dan sudah barang tentu menjadi pendukung budaya tersebut.

Budaya yang ada di masyarakat kita sangatlah beragam, seperti kesenian, kepercayaan, norma, kebiasaan, dan adat istiadat.

Peserta didik yang kita hadapi mungkin berasal dari berbagai daerah yang tentunya memiliki budaya yang berbeda-beda sehingga kelas yang kita hadapi kelas yang multikultural.

3. Status sosial

Peserta didik pada suatu kelas biasanya berasal dari status sosial-ekonomi yang berbeda-beda.

Peserta didik dengan bervariasi status ekonomi dan sosialnya menyatu untuk saling berinteraksi dan saling melakukan proses pembelajaran.

4. Minat

Minat merupakan suatu sumber motivasi yang mendorong seseorang untuk melakukan kegiatan yang dipilihnya.

Sebenarnya minat belajar peserta didik memegang peran yang sangat penting, sehingga perlu untuk terus

ditumbuh kembangkan sesuai dengan minat yang dimiliki seorang peserta didik.

5. Perkembangan kognitif

Tingkat perkembangan kognitif yang dimiliki peserta didik akan mempengaruhi guru dalam memilih dan menggunakan pendekatan pembelajaran, metode, media, dan jenis evaluasi.

6. Kemampuan awal

Merupakan keadaan pengetahuan dan keterampilan yang harus dimiliki terlebih dahulu oleh peserta didik sebelum mempelajari pengetahuan atau keterampilan baru.

7. Gaya belajar

Merupakan cara yang cenderung dipilih/digunakan oleh peserta didik dalam menerima, mengatur, dan memproses informasi atau pesan dari komunikator/pemberi informasi.

8. Motivasi

Merupakan suatu kondisi yang menyebabkan atau menimbulkan perilaku tertentu, dan yang memberi arah dan ketahanan (persistence) pada tingkah laku tersebut.


Motivasi kadang timbul dari dalam diri individu itu sendiri (motivasi instrinsik dan kadang motivasi itu muncul karena faktor dari luar dirinya sendiri (motivasi ekstrinsik).

9. Perkembangan emosi

Emosi sebagai tergugahnya perasaan yang disertai dengan perubahan-perubahan dalam tubuh, misalnya otot menegang, dan jantung berdebar.

10. Perkembangan sosial

Adalah kemampuan anak untuk berinteraksi dengan lingkungannya, bagaimana anak tersebut memahami keadaan lingkungan dan mempengaruhinya dalam berperilaku baik kepada dirinya sendiri maupun kepada orang lain.

11. Perkembangan moral dan spiritual

Moralitas dalam diri peserta didik dapat tingkat yang paling rendah menuju ke tingkatan yang lebih tinggi seiring dengan kedewasaannya.

12. Perkembangan motorik.

Menurut Hurlock Perkembangan motorik adalah perkembangan gerakan jasmaniah melalui kegiatan pusat syaraf, urat syaraf, dan otot yang terkordinasi.

 Naaa itu dia penjelasan tentang karakteristik Peserta Didik yang perlu kita ketahui.

Sekian dan terima kasih





Senin, 05 Juli 2021

Perangkat pembelajaran

 بسم الله الرحمن الرحيم

Nama : Ainun Fitriyah

Nim : 11901084

Makul : Magang 1 (tugas bacaan mingguan)

Tema : ”perangkat pembelajaran.”

Seperti biasa sebelum kita membahas terlalu jauh tentang sebuah tema tentunya kita perlu mengetahui apa definisi ataupun pengertian dari temanya terlebih dahulu..

Naa jadi Perangkat pembelajaran sendiri yaitu sebuah media yang digunakan sebagai pedoman atau petunjuk pada sebuah proses pembelajaran. Perangkat pembelajaran sendiri memiliki tujuan untuk memenuhi suatu keberhasilan guru dalam pembelajaran. Perangkat adalah sejumlah bahan, alat, media, petunjuk dan pedoman yang akan digunakan dalam proses pencapaian kegiatan yang diinginkan.

Naa di sini saya berikan kesimpulan bahwa yang namanya perangkat pembelajaran itu merupakan sekumpulan alat-alat yang digunakan guru dalam proses pembelajaran agar mencapai suatu tujuan yang di inginkan..

Naa adapun Dalam Permendikbud No. 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah disebutkan bahwa penyusunan perangkat pembelajaran merupakan bagian dari perencanaan pembelajaran. Perencanaan pembelajaran dirancang dalam bentuk silabus dan RPP yang mengacu pada standar isi. Selain itu, dalam perencanaan pembelajaran juga dilakukan penyiapan media dan sumber belajar, perangkat penilaian, dan skenario pembelajaran.

 Itulaa definisi dari perangkat pembelajaran selanjutnya kita akan kembali mengetahui apa saja jenis-jenis dari perangkat pembelajaran tersebut.

Adapun jenis-jenis dari perangkat pembelajaran yaitu sebagai berikut :

Yang pertama itu ada silabus.

Naa silabus ini Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan atau kelompok mata pelajaran atau tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok atau pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber atau bahan atau alat belajar. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar kedalam materi pokok atau pembelajaran, kegiatan pembelajaran dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. (Khaeruddin dkk, 2007).

Jadi menurut saya silabus itu merupakan sebuah perangkat induk yang mana di dalamnya terdapat indikator pencapaian, kompetensi dasar, serta standar kompetensi.

Naa sedangkan jenis kedua yaitu Program Semester Program semester adalah rancangan kegiatan belajar mengajar secara garis besar yang dibuat dalam jangka waktu satu semester dengan memperhatikan program tahunan dan alokasi waktu tiap minggu . Program semester merupakan penjabaran dari program tahunan. Isi dari program semester adalah tentang bulan, pokok bahasan yang hendak disampaikan, waktu yang direncanakan, dan keterangan-keterangan.

Berikutnya yang ketiga ialah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rancangan pembelajaran mata pelajaran per unit yang akan ditetapkan guru dalam pembelajaran di kelas. RPP pada hakekatnya merupakan perencanaan untuk memperkirakan atau memproyeksikan apa yang akan dilakukan dalam pembelajaran. Dengan demikian, RPP merupakan upaya untuk memperkirakan tindakan yang akan dilakukan dalam kegiatan pembelajaran. RPP perlu dikembangkan untuk menkoordinasikan komponen pembelajaran, yakni: kompetensi dasar, materi standar, indikator hasil belajar, dan penilaian.

Yang keempat adalah 

Kurikulum satuan pendidikan pada setiap jenis dan jenjang diselenggarakan dengan mengikuti kalender pendidikan pada setiap tahun ajaran. Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran. Kalender pendidikan mencakup permulaan tahun ajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari libur.

Kelima adalah Rincian Pekan Efektif

Rincian Pekan Efektif (RPE) adalah hitungan hari-hari efektif yang ada pada tahun pelajaran berlangsung. Untuk menyusun RPE yang harus dilihat dan diperhentikan adalah kalender akademik yang sedang berlangsung serta menjadi pedoman sekolah dalam menetapkan jumlah minggu/pekan efektif.

Adapun manfaat dari perangkat pembelajaran bagi guru yang perlu kita ketahui ialah yang pertama perangkat pembelajaran sendiri itu sebagai panduan, dan yang kedua sebagai tolak ukur, yang ketiga sebagai peningkatan profesional, dan yang ke empat mempermudah. Sedangkan Tujuan Perangkat Pembelajaran

Tujuan adanya perangkat pembelajaran adalah untuk memenuhi keberhasilan seorang guru dalam pembelajaran. 

Naa itu dia sedikit pembahasan tentang perangkat pembelajaran yang perlu kita ketahui sebagai calon guru.

Sekian dan terima kasih :)



Minggu, 04 Juli 2021

MANAJEMEN SEKOLAH

 بسم الله الرحمن الرحيم

Nama: Ainun Fitriyah

Nim : 11901084

Makul : Magang 1 (tugas bacaan mingguan)

Tema : ” Manajemen Sekolah ”


Nama : Ainun Fitriyah

Nim : 11901084

Tem : " Manajemen Sekolah."

Apa sih Manajemen Sekolah itu?

Naa Manajemen secara umumnya dipahami sebagai suatu cara supaya tujuan dari organisasi tercapai dengan melakukan perencanaan (planning), organisasi (organizing), kepemimpinan (leading), dan pengendalian (controlling).

Jadi semua kegiatan dalam manajemen tersebut saling berhubungan dan berkesinambungan.

Bidang-bidang dalam Manajemen Sekolah

Berdasarkan kebijakan Direktorat Pendidikan Menengah Umum Depdiknas yang terdapat pada buku Panduan Manajemen Sekolah, bidang pada kegiatan pendidikan pembagiannya sebagai berikut.

1. Manajemen Kurikulum

Kurikulum termasuk dalam substansi utama pada manajemen di sekolah. Prinsip dari manajemen ini adalah membuat sistem belajar mengajar berjalan lancar dengan tolak ukur supaya siswa mencapai target tertentu.

Manajemen kurikulum juga berprinsip supaya guru selalu termotivasi untuk melakukan penyempurnaan terhadap strategi pembelajaran.

Dalam penyusunannya sendiri, menurut KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan), terbagi menjadi empat tahapan sebagai berikut.

Tahap Perencanaan

Tahapan ini terdiri dari empat langkah. Langkah-langkah tersebut seperti analisis kebutuhan, perumusan dan memberikan jawaban pertanyaan filosofis, penentuan desain kurikulum, pembuatan master plan (rencana induk), penilaian, pelaksanaan, serta pengembangan.

Tahap Pengorganisasian dan Koordinasi

Tahap pengorganisasian dan koordinasi terbagi menjadi tujuh tahapan. Tahapan tersebut yaitu merumuskan dasar pemikiran, merumuskan visi, misi, serta tujuan, memutuskan struktur dan misi program, memilih serta mengorganisasikan materi, dan organisasi kegiatan belajar mengajar.

Tahap Implementasi dan Pelaksanaan

Langkah pertama pada tahapan ini adalah menyusun rencana pembelajaran (RPP dan Silabus), dan menjabarkan materi (mengenai tingkat kedalaman serta luasnya cangkupan materi).

Tahapan yang ketiga yaitu menentukan strategi serta metode pembelajaran. Selanjutnya untuk tahap keempat yaitu menyediakan alat, sumber, serta sarana pembelajaran.

Tahap Pengendalian

Tahap ini dilakukan untuk melihat kelemahan serta kekuatan kurikulum yang telah dikembangkan. Baik dalam format penilaian sumatif atau formatif.

Penilaian kurikulum ini meliputi konteks, input, proses, serta produk (CIPP).

2. Manajemen Kesiswaan

Manajemen kesiswaan terbagi menjadi empat prinsip dasar. Prinsip yang pertama, siswa adalah subjek bukan merupakan objek.

Sehingga siswa harus memiliki peran dalam perencanaan dalam hal pengambilan keputusan mengenai kegiatan yang melibatkan siswa.

Kedua, kegiatan sekolah harus mampu mengampu keberagaman siswa. Siswa mempunyai kondisi fisik, intelektual, sosial, ekonomi, serta minat yang beragam.

3. Manajemen Personalia

Manajemen ini juga mempunyai empat prinsip dasar. Prinsip tersebut adalah SDM yang menjadi komponen berharga dan harus dikelola dengan baik supaya lebih optimal.

Prinsip selanjutnya dalam hal ini adalah kondisi lingkungan seperti kultur dan suasana yang berpengaruh kepada manajerial sekolah untuk mencapai tujuan. Naa jadi di setiap bidang manajemen itu mempunyai tahapan-tahapan sebagaimana yang di paparkan di atas bertujuan agar mudah dan di perjelas dalam memahaminya.






Strategi pembelajaran

                         بسم الله الرحمن الرحيم


Nama : Ainun Fitriyah
Nim : 11901084
Makul : Magang 1 (tugas Bacaan tiap pekan)
Tema : "Strategi Pembelajaran."

Apa sih itu strategi pembelajaran?
 
Memahami arti dan definisi dari strategi pembelajaran itu merupakan sesuatu yang sangat penting, khususnya bagi mereka atau kita calon-calon yang akan terjun langsung di dunia pendidikan.

Dengan mengerti hakikat dari strategi pembelajaran atau teaching strategy, diharapkan guru sebagai pendidikan dan fasilitator pendidikan mampu menganalisa masalah-masalah yang ada serta menemukan berbagai inovasi dan meningkatkan kualitas dalam kegiatan belajar mengajarnya. 

Cropper (1998)
Pengertian strategi pembelajaran merupakan pemilihan atas berbagai jenis latihan tertentu yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. la menegaskan bahwa setiap tingkah laku yang diharapkan dapat dicapai oleh peserta didik dalam kegiatan belajarnya harus dapat dipraktikkan.

Egger Kauchak dan Harder
Strategi pembelajaran menurut Kauchak dan Harder adalah jenis-jenis metode mengajar yang khusus direncanakan untuk mencapai tujuan khusus.
 
Di sini saya memberi kesimpula bahwa strategi pembelajaran itu merupakan berbagai macam-macam bentuk cara pengajaran yang ditujukan untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Jenis Strategi Pembelajaran
Ada berbagai macam strategi pembelajaran. Berbeda dengan metode maupun model pembelajaran, setiap guru bisa saja menciptakan aneka strategi pembelajaran.

Bahkan dalam satu KD, Tema ataupun Unit Materi, bisa saja guru menggunakan lebih dari 3 strategi untuk mencapai hasil yang diharapkan.
Berikut adalah contoh dari jenis-jenis strategi pembelajaran yang bisa menjadi inspirasi dalam perencanaan kegiatan mengajar di sekolah.

Macam-Macam Strategi Pembelajaran
Strategi discovery Learning (DL) (Menyingkap Pembelajaran)
Strategi inkuiri Learning (IL) (Penyelidikan Pembelajaran)
Strategi Problem Based Learning (PBL) (Pembelajaran berbasis masalah)
Strategi Project Based Learning (PBL) (Pembelajaran Berbasis proyek)

Naa itu dia sedikit pembahasan dari saya tentang strategi pembelajaran.. 
Semoga bisa bermanfaat yaa...

Terima kasih:)


Kamis, 13 Mei 2021

Manajemen Kelas


 Nama: Ainun Fitriyah

Nim : 11901084

Mata kuliah : Magang 1 (Tugas Mingguan)

Pada Minggu ini saya akan menuliskan Apa itu Manajemen Kelas dan apa tujuan manajemen kelas serta bagaimana prinsip nya.

Naaa yang pertama kita akan mengetahui terlebih dahulu apa itu Manajemen Kelas.

Menurut Nawawi (1982:115), manajemen kelas adalah kemampuan guru atau wali kelas dalam mendayagunakan potensi kelas berupa pemberian kesempatan yang seluas-luasnya pada setiap personal untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang kreatif dan terarah, sehingga waktu dan dana yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efisien untuk melakukan kegiatan-kegiatan kelas yang berkaitan dengan kurikulum dan perkembangan murid. 

Naa Maksudnya di sini ialah Manajemen Kelas merupakan suatu tempat kemampuan guru untuk mengarahkan suatu kelas agar kelas tersebut berjalan secara optimal dan dimana di dalam manajemen kelas tersebut sebagai guru kita hendaknya memberikan peluang kepada siswa untuk melakukan hal-hal atau suatu kegiatan yang tentunya itu ada kaitannya dengan suatu pencapaian kurikulum maupun untuk mencapai tujuan murid tersebut .

Naaa bisa kita simpulkan bahwa Manajemen Kelas merupakan suatu usaha guru di dalam kelas bagaimana ia mengelola kelas tersebut dengan seoptimal mungkin.

Adapun Tujuan Manajemen Kelas

Perlu kita ketahui bahwa Tujuan pengelolaan kelas pada hakikatnya telah terkandung dalam tujuan pendidikan tersebut.

menurut Mudasir (2011:20), tujuan manajemen kelas atau pengelolaan adalah sebagai berikut:

1. Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar.

2. Menghilangkan berbagai hambatan belajar yang dapat menghalangi terwujudnya kegiatan belajar. 

3. Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional, dan intelektual siswa di kelas. 

4. Membina dan membimbing sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi dan budaya serta sifat individual.

Naaa ke empat poin tersebut mengandung tujuan agar situasi kelas yang baik dan optimal selain itu juga agar terfasilitasi nya siswa dengan perabotan belajar mengajar dengan pembimbingan guru sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi maupun budanya.

Dalam manajemen kelas terdapat beberapa prinsip yang harus diperhatikan sebagai prasyarat menciptakan satu model pembelajaran yang efektif dan efisien, yaitu (Muhaimin,2002:137-144):

1. Prinsip Kesiapan (Readiness)

2. Prinsip Motivasi (Motivation)

3. Prinsip Perhatian 

4. Prinsip Persepsi

5. Prinsip Retensi

6. Prinsip Transfer 

Naaa dari ke Enam prinsip tersebut bisa kita ketahui bahwa dalam Manajemen Kelas itu di perlukannya sebuah kesiapan, motivasi, persepsi dan sebagainya. 

Jika dari salah prinsip tersebut tidak terlaksana maka Manajemen Kelas pun tidak berjalan dengan seoptimal mungkin.

Sabtu, 01 Mei 2021

4 Kompetensi Guru Profesional


Bismillah

Assalamu'alaikum

Nama : Ainun Fitriyah

Nim : 11901084

Kelas : 4f

Tugas Mingguan 

Mata kuliah : Magang 1

" 4 kompetensi guru profesional"  

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen menyatakan bahwa kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalan.

Naaa dari Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 kita beralih pada peraturan menteri pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2007 Tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru, adapun macam-macam kompetensi yang harus dimiliki oleh tenaga guru antara lain: kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional dan sosial yang diperoleh melalui pendidikan profesi. Keempat kompetensi tersebut terintegrasi dalam kinerja guru.

Dari undang-undang di atas dapat kita pahami bahwa untuk menjadi seorang guru yang profesional itu tidak hanya membutuhkan kepintaran atau kemampuan atau berani tampil saja tetapi guru yang profesional itu artinya guru yang telah di katakan lulus dalam 4 kompetensi tersebut.

Yaitu dimana seorang guru harus di tuntut terhadap potensi yang pertama yakni kompetensi pedagogik dimana kompetensi pedagogik ini guru haruslah mempunyai pemahaman terhadap peserta didik, tidak hanya itu tetapi kapan akan kapan merancang pembelajaran, pengembangan peserta didik, dan setelah itu guru harus melakukan evaluasi pembelajaran.

Dan Adapun kompetensi yang kedua untuk menjadi seorang guru yang profesional ialah kompetensi kepribadian, Kompetensi kepribadian ini menurut saya merupakan kompetensi yang sangat penting bagi seorang guru karena kita seorang guru itu layaknya sebuah cerminan bagi peserta didik kita oleh karenanya kenapa saya menekankan bahwa kompetensi ini sangat penting. Tidak hanya mencerminkan kepribadian yang baik saja tetapi harus mencerminkan ahlak yang mulia itu seperti apa kepada peserta didik.

Setelah kompetensi yang kedua kita ketahui maka selanjutnya kita perlu mengetahui apa kompetensi ketiga untuk menjadi seorang guru yang profesional.. Naaaa adapun kompetensi yang ketiga adalah Dan Adapun kompetensi yang kedua untuk menjadi seorang guru yang profesional ialah kompetensi kepribadian..

Kompetensi kepribadian ini menurut saya merupakan kompetensi yang sangat penting bagi seorang guru karena kita seorang guru itu layaknya sebuah cerminan bagi peserta didik kita oleh karenanya kenapa saya menekankan bahwa kompetensi ini sangat penting. Tidak hanya mencerminkan kepribadian yang baik saja tetapi harus mencerminkan ahlak yang mulia itu seperti apa kepada peserta didik.

Setelah kompetensi yang kedua kita ketahui maka selanjutnya kita perlu mengetahui apa kompetensi ketiga untuk menjadi seorang guru yang profesional..

Naaaa adapun kompetensi yang ketiga adalah Kompetensi Sosial Na pada kompetensi ini maksudnya guru harus mampu berkomunikasi dengan baik dan benar sehingga peserta didik didalam tau di luar pembelajaran itu akan merasa nyaman dengan cara berbicara kita. Dan guru harus nya bisa bersosialisasi secara efektif dengan siswa maupun rekan kerjanya.

Dan yang terakhir yaitu kompetensi profesional,

Professional di sini maksudnya guru harus lah mampu untuk menguasai materi-materi pembelajaran dengan luas sesuai dengan kurikulum nya .

Rabu, 21 April 2021

Perangkat pembelajaran


بسم الله الرحمن الرحيم

Nama: Ainun Fitriyah

          Nim : 11901084

          Kelas : 4f

Tugas bacaan Mingguan 

Mata kuliah : Magang 1 

 Suhadi, (2007:24) mengemukakan bahwa “Perangkat pembelajaran adalah sejumlah bahan, alat, media, petunjuk dan pedoman yang akan digunakan dalam proses pembelajaran.” 

Di sini saya akan menyimpulkan dari pendapat  Suhadi, (2007:24) jadi perangkat pembelajaran itu berupa sekumpulan media ataupun sarana yang biasa digunakan guru dan siswa dalam melangsungkan pembelajaran di kelas. Dan tentunya sebelum  mengajar guru awal mulanya harus memperhatikan dan mempersiapkan apa-apa saja yang akan menjadi perangkat bahan ajar, yaitu harus adanya Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Buku siswa (BS), Buku Pegangan Guru (BPG), Lembar Kegiatan Siswa (LKS), dan Tes Hasil Belajar. 

Jadi perangkat belajar ini  sebagai sarana dan persiapan untuk keberlangsungan ajar mengajar dan pembelajaran di kelas.

Naaah itu dia definisi nya, dan ternyata perangkat pembelajaran itu ada beberapa jenis loh...  yaitu yang pertama adanya Silabus yang kedua adanya program Tahunan, yang ketiga adanya program semester, yang ke empat adanya RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), kelima Adanya kalender akademik, yang ke Enam Rincian pekan. 

Selanjutnya kita perlu mengetahui apa si manfaat dari perangkat pembelajaran ini, jadi manfaat dari perangkat pembelajaran ini ialah sebagai panduan, sebagai tolak ukur, untuk meningkatkan profesionalisme dan mempermudah.

Selain manfaat, perangkat pembelajaran ini juga mempunyai urutan yang penting untuk kita ketahui, berikut ini urutannya :

•Urutan nya ialah 

•Halaman Depan

•Lembar Pengesahan

•Visi dan Misi Sekolah

•Kelender Pendidikan

•Silabus

•KKM

•Analisis Minggu Efektif

•Program Tahunan

•Program Semester

•Rencana Pelaksanaan pembelajaran (RPP)




Kamis, 15 April 2021

Kultur sekolah

        بسم الله الرحمن الرحيم

  



Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh.

Alhamdulillah kali ini di blog saya akan menulis tentang apa itu kultur sekolah.

Nama : Ainun Fitriyah

Nim : 11901084

Laporan bacaan pertama 

Tentang " Kultur Sekolah" 

Pengertian kultur sekolah

Sebagaimana yang telah saya baca dari beberapa sumber apa itu pengertian Kultur sekolah yakni merupakan ikatan berupa keyakinan, harapan, nilai-nilai, norma, tata aturan, serta rutinitas kerja yang di internalisasi kan oleh pihak warga sekolah dengan upaya untuk mencapai tujuan sekolah itu sendiri. Dengan kultur Inilah yang bisa menjadi pembeda antara sekolah A dan Sekolah B.

Dan tentunya di suatu sekolah itu memiliki kultur positif dan kultur negatifnya, 

Di sini ada pendapat dari salah satu ahli ungkapan beliau ialah :

Bahwa kultur sekolah yang positif dapat memperbaiki kinerja sekolah, membangun komitmen warga sekolah serta membuat suasana kekeluargaan, kolaborasi, ketahanan belajar, semangat terus maju dorongan bekerja keras, dan tidka mengeluh. ( Djemari: 2004) 

 Di sini saya simpulkan bahwa apabila sekolah itu memiliki kultur yang positif itu akan berpengaruh besar terhadap kinerja sekolah, untuk merangkul serta menciptakan suasana baru yakni berupa kekeluargaan, kerja sama antara guru dan siswa, serta membangkitkan warga sekolah agar tidak mudah mengeluh .

Naa... adapun contoh dari kultur positif di sekolah ialah :

 Berupa Lingkungan sekolah memiliki keyakinan hanya mereka yang belajar keras dan bersungguh-sungguh dalam memperoleh prestasi tinggi untuk memegang teguh bahwa prestasi dan proses mencapain itu perihal nya seperti dua sisi mata uang yang dimana kita tidak bisa memisahkan, menjunjung tinggi nilai yang religius, etika dan moral, membentuk jabatan dengan visi dan misi serta aksi kepala sekolah, pendidik dan juga tenaga kependidikan nya, Dan juga memberikan Apresiasi kepada siswa-siswi yang berprestasi atas pencapaiannya. Adapun contoh dari kultur Negatif sekolah yaitu : 

  Siswa mempunyai keyakinan bahwa tidak perlu belajar dengan serius melainkan hanya asal-asalan saja Karena berpikiran bahwa yang ada di benak mereka ialah yang terpenting naik kelas dan lulus saja.

 Siswa memiliki sifat malas belajar di kemungkinan karena penampilan guru tidak menarik tidak bersih, tidak rapi, tidak bisa mampu menguasai materi serta guru tidak antusias dalam mengajar.

Ketidak disiplin warga sekolah membuat siswa bahkan guru terlambat datang ke sekolah.

Dan lingkungan kotor ini di karenakan membuang sampah sembarangan ini bisa berdampak negatif pada kultur sekolah.

Naa itu pengertian serta sisi positif dan negatif dari kultur sekolah. Selanjutnya saya akan bahas tentang peran kultur sekolah, karekteristik nya, serta pengembangan kultur sekolah nya juga .

Peran kultur sekolah

Adapun peran dari kultur sekolah yaitu : 

- Bernilai strategis

- Memiliki Daya ungkit

- Berpeluang sukses

Karakteristik Kultur Sekolah :

Yang pertama memiliki inisiatif individual, kedua toleransi terhadap suatu tindakan yang beresiko, ketiga arah, ke empat integrasi, kelima Dukungan dari manejemen, ke enam kontrol, ke tujuh identitas, ke delapan sistem imbalan dan yang terakhir adanya pola-pola komunikasi .


Proses pengembangan kultur sekolah : 

. proses pengembangan kultur sekolah bisa di lakukan dengan tiga tataran yaitu :

1. Pengembangan pada tataran spirit dan nilai-nilai

2. Pengembangan pada tataran teknis

3. Pengembangan pada tataran sosial